Single vs Marriage

Single dan married benar-benar merupakan suatu kontroversi. Ada yang berpendapat single adalah masa yang indah, tanpa perasaan terkekang. Ada yang berpendapat marriage adalah hal yang hakiki di mana 2 insan saling berbagi. Status single atau married selalu menjadi perdebatan yang semakin sering dilakukan, mengingat dead line menikah semakin diundur, terutama bagi para wanita.

Kehidupan single semakin banyak dipilih kaum dewasa belakangan ini. Banyak yang memperpanjang masa singlenya untuk lebih menikmati masa kesendiriannya. Alasan-alasan yang diutarakan sudah sering kita dengar, mulai dari mau meniti karier terlebih dahulu, belum menemukan pasangan yang sesuai, rasa pahit telah disakiti pasangan, dan masih banyak lagi.

Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan seseorang pria yang baik. Tentunya sebelum saya berkenalan dengan pria ini, saya juga pernah menjalani status sebagai seorang single. Suka dan duka sebagai single pun saya paham. Sukanya ketika saya bisa melihat banyak pria dengan bebasnya, mengatur waktu dan kegiatan saya dengan sepuasnya, bahkan memakai baju pun sesuai dengan selera saya (untungnya selera saya tidak macam-macam ;p). Saya bisa menelpon pria mana pun yang saya mau.
.
Dukanya, kadang ada saat-saat saya membutuhkan seorang pria yang bisa menjadi pendamping saya, menemani saya, berbagi suka dan duka dalam hidup dalam arti sebenarnya. Ayooo…ngaku…kalo semua juga merasakan yang sama.

Seperti yang saya katakan sebelumnya. Sekarang saya sedang menjalin relasi dengan seorang pria. Thanks Tuhan karena dia pria yang baik. Tentunya saya menjadi tidak sebebas dulu lagi, bergaul dengan pria semau saya dan sebagainya. Sekarang saya harus memperhatikan perasaan pria saya. Saya dapat membawa diri saya dengan baik ke dalam lingkungan tanpa merugikan diri saya sendiri atau mengecewakan perasaan pria saya.

Sekaran bila menghadiri suatu acara, saya telah membawa pendamping, yang akan menemani. Kemanapun ada yang mengantar, dan kapanpun ada yang melindungi. Perasaan aman, terlindungi dan hangat akan ada saat kita mempunyai ‘seseorang’.
Perasaan untuk tidak egois lagi juga akan muncul, karena kita sekarang tidak lagi sendiri. Kita juga harus memperhatikan pasangan kita.

Saya bisa membayangkan bagaimana status married itu. Perasaan seperti sekarang dengan status legal oleh hukum. Mungkin lebih komitmen untuk tidak mudah menyerah pada saat tantangan menghadang. Lebih banyak bekerja keras dalam membangun relasi karena bagaimanapun manusia mempunyai keegoisannya.Lebih merasa aman karena telah berkomitmen lebih satu dengan yang lain.

Dalam kesempatan ini, saya mau meng-encourage teman-teman baik yang masih single maupun sudah married bahwa setiap waktu dalam kehidupan kita mempunyai arti karena pergunakanlah setiap waktu tersebut dengan hal-hal yang berguna dan membangun. Bagi teman-teman yang masih single, saya yakin pasti nanti akan ada waktu yang terindah yang sudah dipersiapkan bagi semuanya dan bagi teman-teman yang sudah married, sayangilah pasangan anda seperti anda menyayangi diri anda sendiri. Jadi status single or married….it is not a big deal..

This entry was posted in My Journey & Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.