Hari Kartini

Di Indonesia, setiap tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini, hari dimana emansipasi wanita diingatkan kembali kepada kita semua, baik pria dan wanita untuk menghargai dan mengakui bahwa wanita adalah partner pria yang sejajar.

Sebenarnya apa seh yang dimaksud dengan emansipasi wanita tersebut ? Banyak orang salah mengartikan. Mereka berpendapat apabila ada emansipasi wanita berarti wanita juga harus mengerjakan semua hal yang pria kerjakan, termasuk hal-hal fisik seperti angkat-mengangkat. Padahal apabila kita lihat secara fisik, hal ini saja sudah berbeda. Fisik pria dan wanita diciptakan berbeda dan untuk saling melengkapi. Hormon yang terdapat didalam mereka juga berbeda. Mereka diciptakan untuk saling melengkapi. Fisik wanita diciptakan untuk melakukan pekerjaan yang lembut, seperti memasak, menjahit, dan mengurus rumah tangga. Sedangkan pria diciptakan untuk melakukan pekerjaan fisik, seperti bertani, beternak, membangun rumah, dsb.

Tapi apakah kita tidak menutup mata terhadap adanya koki atau desainer pria yang justru keahliannya melebih wanita ?
Ataukah kita memalingkan muka ketika ada seorang wanita mampu memimpin sedemikian besar orang dengan sangat baik ?
Tentunya tidak.

Emansipasi mengingatkan kita bahwa kita semua adalah sejajar dan saling melengkapi. Tidak ada lagi pandangan yang merendahkan bahwa pihak lain tidak bisa mengerjakan pekerjaan pihak satunya. Kita adalah sejajar. Tentunya ini juga kita lihat dari segi pandang tertentu, seperti karir atau kesempatan yang diberikan.

Bagaimanapun, kita juga jangan melupakan kodrat kita, baik fisik maupun non fisik. Wanita tentunya juga mempunyai fungsinya sendiri sebagai wanita yaitu hamil dan melahirkan. Seorang pria sebagai fungsinya yang memberikan sperma/ melakukan pembuahan pada wanita. Wanita juga jangan melupakan tugasnya sebagai istri dan ibu rumah tangga, begitu juga pria dengan tugasnya sebagai kepala keluarga dan pemberi nafkah.

Semua mempunyai fungsinya masing-masing, yaitu hanya untuk membuat dunia ini ke arah yang baik, berikan kesempatan kepada setiap orang untuk mewujudkan impian dan cita-citanya.

This entry was posted in My Journey & Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.