ERP Software – SAP..SAP..

SAP adalah software ERP yang sangat terintegrasi antara module-modulenya, seperti Sales Distribution, Material Management, Financial dan Controlling, Human Resource dan masih banyak lagi. Karena keintegrasiannya dan sifatnya yang sangat generic membuat software ini banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia dan menjadikan segala sesuatu yang berhubungan dengan SAP software menjadi sangat mahal, mulai dari licence, training, human resource, dan hardware.
Karena segalanya sangat mahal, jadi bagi perusahaan yang hendak mengimplementasikan SAP seblaiknya melakukan analisa terlebih dahulu akan keuntungan dan kerugiannya.

Dengan menerapkan SAP, maka semua bidang bisnis suatu perusahaan secara generic telah tercover secara baik. Bagian purchasing bisa melakukan pemesanan barang dan datanya bisa dilakukan oleh bagian finance untuk melakukan pembayaran atas pembelian tersebut. Setelah barang datang, bagian warehouse dapat menyimpan data penerimaan barang dan stok barang akan bertambah dengan adanya transaksi tersebut.

Umumnya perusahaan akan menerapkan module Financial dan Controlling, yang kemudian bisa dilanjutkan dengan module yang lain sesuai dengan kebutuhan. Module Financial dan Controlling (FICO) akan menangani segala transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran dan pemasukan uang, dan akan membantu dalam pencatatan dan pembuatan laporan keuangan. Untuk pembayaran pajak, biasanya perlu dilakukan pengembangan aplikasi sendiri, terutama di Indonesia karena SAP belum men-support transaksi pajak di Indonesia. Hal ini disebabkan karena hukum perpajakan di Indonesia masih belum stabil.

Bagi perusahaan yang ingin mengintegrasikan penyimpanan dan pergerakan material dengan FICO dapat mengimplementasikan Material Management. Bagi perusahaan yang ingin menerapkan penjualan ke customer, dapat mengimplementasikan Sales & Distribution Module.

Sedangkan perusahaan yang ingin mengimplementasikan urusan yang berhubungan dengan tenaga kerja alias karyawan, bisa menerapkan Human Resource Module. Human Resource Module bisa dilihat dari Human Resource Administration atau Human Resource Development.

Human Resource Administration termasuk pencatatan data karyawan dari masuk hingga retire, payroll, absensi, benefits. Sedangkan Human Resource Development mencakup training, penilaian karyawan.

Bagi beberapa perusahaan yang akan memperhatikan customernya, dapat menerapkan module CSM (Customer Satisfaction Management) Module. Bagi perusahaan yang ingin penampilan reportnya menjadi dinamik, dapat menerapkan module BW. Bagi perusahaan yang ingin lebih memperhatikan budgeting, dapat menerapkan SEM.

Bagi perusahaan yang mempunyai banyak sekali project dan bernilai sangat tinggi, dapat menggunakan SAP Module PS dan PM untuk membantu dalam mengelola perencanaan project tersebut.

Dalam implementasinya, kita harus mengingat bahwa yang ada di SAP adalah semua proses generic, sehingga bila suatu perusahaan mempunyai bisnis proses yang unik, maka mereka perlu melakukan sedikit modifikasi, mereka dapat melakukan enhancement dengan mengembangkan beberapa aplikasi dengan menggunakan ABAP. ABAP adalah bahasa programming yang digunakan di SAP software.
ABAP yang digunakan biasanya mempunyai sedikit perbedaan di beberapa module, seperti ABAP untuk HR Module dan FI module akan sedikit berbeda, karena di HR module kita mengenail istilah infotype dimana tidak kita temukan di FI module.

Tapi bagi perusahaan yang tidak melakukan modifikasi, SAP menyediakan cukup fleksibilitas dengan banyak konfigurasi yang bisa dilakukan. Konfigurasi ini agak sulit dipelajari. Cara terbaik adalah dengan langsung terjun ke proyek implementasi SAP. Orang yang melakukan konfigurasi biasa dikenal dengan orang functional.

Selain bisnis proses yang terdapat di SAP, perlu diperhatikan para supporternya, seperti pengadaan server dan interface. Hal-hal yang berhubungan dengan pengadaan server, biasa dikenal sebagai BASIS. Sedangkan interface, biasanya digunakan bagi perusahaan yang menggunakan software lain selain SAP untuk kebutuhan yang tidak bisa dilakukan SAP dengan baik. Interface di SAP adalah Xi.

Umumnya satu orang hanya dapat menguasai satu bidang di SAP, misalnya orang BASIS, maka mereka akan fokus pada BASIS. Jarang ada orang yang menguasai berbagai bidang SAP sekaligus, karena kekomplekannya. Untuk menguasai satu skill di SAP, selain dengan training (biasanya hanya 10-20% penguasaannnya), umumnya mereka harus terjun ke dalam cycle implementasi SAP. Skill seseorang biasanya dilihat dari berapa kali cycle dia terlibat dalam implementasi SAP, selain dari sertifikasi dan lamanya terlibat dalam SAP experience.

Karenanya, seorang yang mempunyai skill SAP akan sangat mahal harganya. Semakin tinggi skillnya, semakin mahal harganya. Hitungan mereka per jam adalah US$1-1,5 K. Jadi, anda mau menjadi SAP people ?

===============

SAP is an integrated software amongs its modules, such as Financial and Controlling, Sales and Distribution, Material Management, Plant Maintenance, Project System, Human Resource Development, Supply Chain Management and many more. SAP is one of the best integration software that many huge companies use this software. Why ? First, SAP has generic function that every company can customize a bit to match with their business to get the software working in their system. Second, SAP is very integrated in every module that it has. There is a link between one module to others.

All that reason is enough to make SAP become one of the most expensive ERP software ever. We have to pay big money for everything in SAP. There is no free thing in SAP. And unfortunately, since SAP is very complex as ERP software means that we have to spend no little money.

Say to have SAP, we have to build the human skill first, and to build that, we need SAP training. We need to pay training server, SAP module/book, SAP trainer and SAP test (if you need one).

For the implementation, you need to pay for the licence, people who can set up the server and setting, people who can understand the blue print and people who can modified the programming (technically).
And none is really expert in 2 SAP modules, if you want to imagine how complex and big SAP module.

People who manage and set the SAP server usually called BASIS people. They need to get specific SAP BASIS training. To become a good BASIS people, they should know Java language knowledge.

People who make a blue print about business process in SAP, we call them SAP functional people. To have a good functional people, you should train your people a SAP functional training. This training will give you a basic how SAP works in business, how the module is related with others. With this knowledge, hopefully your people can understand how to manage and modified system to match with your business and SAP itself technically.

People who help functional team to make their blue print come true are technical people. Technical people need to have ABAP knowledge. ABAP is not difficult to learn.

People who integrate between SAP and others application is called integration people. These people usually work in Xi.

You have to remember too, that even you already got the SAP training, it doesn’t mean you can do yourself to implement SAP. Training only give you 10-20% knowledge from SAP software. The rest you will get from the implementation experience. That is why SAP Job wants people who already in at least 1 circle. Circle means you involved in the project from the beginning until it implemented.
One cycle depends on the how big you modified the SAP software, and how many module you impelemt. That is why SAP people is very expensive in hours. Are you interested to make your career in SAP ?

Link Lain :
1. Standar Gaji Orang SAP per 2008
2. Spesifikasi Server SAP

This entry was posted in Technology and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

18 Responses to ERP Software – SAP..SAP..

  1. susilawati says:

    Apakah Ibu Melisa konsultan SAP?
    Modul apa Bu?

  2. melisa says:

    wah…ga bisa dibilang gitu, saya taunya hanya sedikit-sedikit, pernah belajar tentang FICO, HR, PS dan PM. Pernah terlibat project. Tapi ga dalam. Jadi ga bisa dikatakan seorang konsultan. Masih dalam proses untuk menjadi konsultan yang handal. Doain ya…Gimana Asaba ? Saya pernah menjalin kerja sama dengan Asaba waktu di Honda.

  3. Lusi says:

    Ibu Melisa…makasih buat infonya …sangat bermanfaat.
    Bu, saya mau tanya..jika kita sudah memutuskan untuk membeli/memakai SAP…proses / tahapan dalam pengimplementasian SAP seperti apa ya? Terima kasih.

  4. melisa says:

    banyak yang harus disiapkan, seperti people, process, infrastruktur.
    – People
    -> menyiapkan team IT dengan skill SAP, baik skill functional (module SAP), maupun technical (ABAP, Basis, Xi).
    -> ketika akan implementasi, menyiapkan user yang akan menggunakan aplikasi SAP baik secara penggunaan aplikasi maupun process yang berubah karena implementasi SAP

    – Process
    Biasanya banyak yang berubah, karena sebagian besar mengikuti bisnis proses yang ada di SAP. Dengan adanya SAP, biasanya akan membuat segala sesuatu lebih teratur (harus ada dokumen, atau proses sebelumnya harus diselesaikan- alias tidak ada shortcut).

    – Infrastruktur -> menyiapkan hardware agar bisa men-support performance, menyiapkan licence.

    Tahapan :
    – menyiapkan infrastruktur dan skill people
    – mendefinisikan blue print / bisnis proses yang akan dipakai
    – development/enhancement
    – testing
    – training and change management
    – data migration
    – soft paralel
    – implementasi paralel
    – controlling

    Good luck!

  5. dwi says:

    Hi Melisa,

    Boleh sedikit comment untuk yang ini…
    [Untuk pembayaran pajak, biasanya perlu dilakukan pengembangan aplikasi sendiri, terutama di Indonesia karena SAP belum men-support transaksi pajak di Indonesia.]

    Sebenarnya presepsi seperti itu sudah kurang valid lagi, semenjak SAP ECC 6.0 deploy ID Localization, yang salah satunya implementasi pajak di Indonesia.
    Projek terakhir dan yang sedang saya lakukan saat ini adalah aktivasi ID Localization ini. Solusi yang ditawarkan ok koq, end-to-end, mulai dari master data-nya, proses transaksi, sampai laporan elektronik / eSPT digenerate dr SAP lho… Saya melihat klien puas dengan ini.
    Keterangan lebih detail bisa liat blog saya.

    Semoga bermanfaat untuk kita semua.
    Cheers

  6. Pingback: Spesifikasi Server SAP

  7. Mudita F says:

    Ibu Melisa, terima kasih atas info nya..
    Btw, saat ini saya sedang kuliah jurusan sistem informasi dan sedang mendalami SAP…
    Ada tips gak yaah dari Ibu Melisa dalam mencari perusahaan yang sesuai utk skripsi.. karena keliatannya banyak perusahaan yang agak tertutup mengenai SAP yang digunakannya…
    cmiiw ^^
    terima kasih..

  8. Nur alam says:

    Hi Bu Melisa,
    Saya tertarik sekali dgn tulisan2 ibu tentang SAP, sekarang ini saya sedang training SAP apa bisa saya minta tolong ke Ibu ? apakah ibu bisa memberikan sedikit ilmunya tentang SAP (Best Practice) untuk modul PM & PS dalam bentuk file ke saya bu ? itupun kl ibu berkenan. Tk Ibu sebelumnya.

  9. melisa says:

    @Mudita, iya maaf ya sy juga kayanya ga bs bantu. Soalnya termasuk kode etik. Tp kalo kamu mau, ada yang udah ks koment ttg itu. Km liat aja di artikel sy yg lain.

    @Nur, bnyk kok scr online. Km search aja.

  10. Tanu Wijaya says:

    Bu Melisa, mau tanya. Perusahaan kami menerapkan sistem inventori seperti ini: Purchase Requesition => Purchase Order => Receive Item => Purchase Invoice.
    Jadi barang diterima terlebih dahulu, baru beberapa hari kemudian kami terima invoice. Sebelum invoice datang, barang yang sudah diterima tadi langsung kami jual. Pertanyaan saya:
    1. Bagaimana implementasi di SAP?
    2. Hpp barang masuk pada proses RI atau PI? padahal pada saat RI kami belum tahu harga beli yang benar, cuma tahu harga beli sebelumnya. Namun untuk menjual barang, harus ada hpp agar tidak terlihat untung 100%.
    3. Di SAP, apakah hpp barang yang sudah terjual, namun invoice belum diterima itu bisa diupdate setelah invoice diterima?

    Terima kasih.

  11. Ryan A says:

    Halo Bu Melisa …
    Saya seorang mahasiswa ingin mengikuti pelatihan SAP. Saya mohon beri petunjuk untuk pemula seperti saya harus memilih module yang mana

  12. shezars says:

    izin share di blog saya yah, 🙂
    terima kasih,

  13. David says:

    Dear Tanu,

    1. Implementasi di SAP : salah satunya proses seperti yg telah anda lakukan, bahkan dapat saja terjadi invoice diterima duluan barangnya belakangan (tergantung user)

    2. Penentuan HPP dapat di RI / PI hal ini tergantung user-nya dan prinsip akuntansi yg dipakai diperusahaan (SAP dapat mengcover keduanya), bahkan dapat terjadi valuasi nilai HPP berdasarkan invoice receive

    3. Permasalahannya, pada umumnya adalah nilai barang sama dengan harga invoicenya, akan tetapi terjadi adanya perubahan dimungkinkan krn adanya selisih kurs, SAP mengupdate bila barang ybs masih ada (belum terjual), bila sudah terjual maka selisihnya dimasukkan ke account gain/loss (kurs)

  14. WILLY says:

    kak mau tanya dnk,,, software SAP bisa dishare ke laptop saya gak untuk training?? gak bisa yah?? ahhaha

  15. try says:

    numpang tanya..
    perbedaan antara ERP SAP sama Software yg lain itu ap ya?
    tq,

  16. Tambah ilmu baru nih, tapi sy belum begitu klik dengan aplikasinya.
    Moga ini jadi awal pertemuan sy dengan program SAP, makasih….

  17. Fajar says:

    Bu…

    Ma’af mau joint..
    baca artikel nya lucu”, ini yg pada di cari software nya or SAP prosedur nya…?
    ERP SAP kan software penunjang SAP system…
    pake aja program lain kalau pake ERP SAP ribet kan sama aja maksudnya,
    mau bikin sistem yang di aplikasi secara teratur..

  18. Dear Tanu,

    1. Bagaimana implementasi di SAP?
    Response: Implementasi SAP dapat menggunakan implementasi standard.
    Purchase Requisition -> Purchase Order -> Goods Receipt -> Invoice Receipt

    2. Hpp barang masuk pada proses RI atau PI? padahal pada saat RI kami belum tahu harga beli yang benar, cuma tahu harga beli sebelumnya. Namun untuk menjual barang, harus ada hpp agar tidak terlihat untung 100%.
    Response:
    Apa yang dimaksud dengan HPP?
    Barang masuk tergolong movement pada saat Goods Receipt di sistem SAP.
    Umumnya, SAP require harga barang diinput pada pembuatan dokumen Purchase Order.
    Ada beberapa kemungkinan perancangan customized yang dapat disesuaikan pada case tersebut.
    Salah satunya adalah Purchase Order menggunakan harga yang sebelumnya dan kemudian diproses ke GR dan IR sementara update harga HPP dilakukan dengan account adjustment dari sisi Financial & Controlling,.
    Tergantung dari kebutuhan identitas HPP yang dimaksud.

    3. Di SAP, apakah hpp barang yang sudah terjual, namun invoice belum diterima itu bisa diupdate setelah invoice diterima?
    Bisa.
    SAP memiliki coverage bisnis pada 2 sisi perancangan: standard dan customized.
    Proses bisnis seperti itu mungkin akan tergolong pada perancangan customized yang memerlukan definisi dan gambaran proses bisnis yang lebih detail.

    Thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.